(0271) 891 033 mardi_lestari2@yahoo.co.id

PERSEPSI DAN ISYARAT BERTINDAK IBU RUMAH TANGGA TENTANG TES DAN KONSELING HIV DI KECAMATAN MAMPANG PRAPATAN JAKARTA SELATAN Perception and Cues To Action About HIV Counseling and Testing Among Houswife in Mampang Prapatan Districts South Jakarta

Arini Dinda*, Tetti Solehati, Mamat Lukman
*Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjajaran, Bandung, Jawa Barat e-mail: arinidinda13@gmail.com
ABSTRAK
Tingginya penderita AIDS pada kelompok Ibu Rumah Tangga, mengharuskan mereka untuk melakukan pencegahan dengan mengetahui status HIV nya sejak dini melalui Tes dan Konseling HIV. Faktor yang mempengaruhi seseorang dalam melakukan Tes dan Konseling HIV diantaranya adalah persepsi dan isyarat bertindak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Persepsi dan Isyarat Bertindak Ibu Rumah Tangga terhadap Tes dan Konseling HIV. Rancangan penelitian ini deskriptif kuantitatif. Sampel 125 orang menggunakan metode purposive sampling. Penelitian dilakukan di Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta. Data dianalisis menggunakan analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan Ibu Rumah Tangga memiliki persepsi kerentanan yang positif terhadap HIV (64,8%), memiliki persepsi keseriusan yang positif terhadap HIV (61,6%), persepsi keuntungan yang positif dalam Tes dan Konseling HIV (54,4%), dan persepsi hambatan yang positif dalam Tes dan Konseling HIV (68,8%). Sebanyak 97 (77,6%) Ibu Rumah Tangga memiliki Isyarat yang tinggi dalam melakukan Tes dan Konseling HIV. kesimpulan dan saran : berdasarkan hasil penelitian, peran petugas kesehatan sudah baik dalam meningkatkan isyarat bertindak Ibu Rumah Tangga. Namun perlu adanya sikap empati dari petugas kesehatan kepada Ibu Rumah Tangga ketika menjalani Tes dan Konseling HIV, agar tidak ada lagi persepsi mereka tentang adanya stigma petugas kesehatan, sehingga Ibu Rumah Tangga memiliki persepsi yang tepat terhadap Tes dan Konseling HIV.
Kata Kunci: Tes dan Konseling HIV, Persepsi, Isyarat Bertindak

ABSTRACT
The high amount of AIDS sufferers from the group of housewives, oblige housewives to take prevention from knowing the HIV status since early time by doing HIV Testing and Counselling. Factors that influence a person to take HIV Testing and Counselling are the perception and the cues action. This study aimed to reveal the perception and the cues action of housewives to HIV Testing and Counselling. The design of the study was descriptive quantitative. This sample are 182 housewives used purposive sampling as the method. The study done on Puskesmas Kecamatan Mampang Prapatan Jakarta. The data was c analyzed with univariate analysis. The result of this study showed that housewives had the positive perceptions of susceptibility to HIV (64,8%), the positive perception of severity to HIV (61,6%), the positive perception benefits of HIV Testing and Counselling (54,4%), and the positive perception of barriers of HIV Testing and Counselling (68,8%). For 97 (77,6%) housewives had high cues in doing HIV Testing and Counselling. Conclution and sugest:Based on the results, the role of health practitioners is excellent to enhance cues to action of housewives, but health practitioners should take more emphaty to housewives when they did HIV Testing and Counselling. So there is no perception about stigma health practitionare to ODHA and that housewives have appropriate perception to HIV Testing and Counselling.
Keywords: HIV Testing and Counselling, Perceptions, Cues to Action

Leave a Reply

Close Menu